Berita Terkini Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Rute Penerbangan Jakarta-Pontianak

Berita Terkini Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Rute Penerbangan Jakarta-Pontianak Belum lupa tentang jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute penerbangan Jakarta – Pangkal Pinang pada tahun 29 Oktober 2018 lalu.

Kini kita menerima kabar duka lagi tentang hilangnya kontak dan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 123 rute penerbangan Jakarta – Pontianak di 9 Januari 2021 lalu yang mengakibatkan beberapa timbulnya korban jiwa pada penerbangan tersebut.

Diperkirakan pesawat ini mengalami hilang kontak pada jam 14.39 WIB (Waktu Indonesia Barat) setelah beberapa menit penerbangannya dari Bandar Soekarno, Kecamatan Cengkareng, Banten.

Diduga pesawat jatuh di pulau lancang yang terletak di kepulauan seribu, yang membawa penumpang sekitar 2 pilot, 4 awak kabin dan 56 penumpang dengan tujuan yang sama yaitu pontianak.

Banyak yang penasaran bagaimana kondisi sebelum terjatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada saat itu, namun menurut beberapa informasi yang didapat, ada beberapa komunikasi antara pilot dengan ATC (Air Traffic Controller) atau yang kerab disebut dengan pemandu lalu lintas udara beberapa menit sebelum hilang kontak.

14.36 – Pesawat SJ 182 melakukan penerbangan atau lepas landas dari bandara Soekarno Hatta bertolak menuju ke bandara Supadio, Pontianak. Lalu pesawat melewati ketinggian 1.700 kaki dan di instruksikan untuk menambah ketinggian 29.000 kaki.

14. 38 – Pesawat SJ 182 melewati ketinggian 7.900, dan meminta mengubah arah ke 075 pada sang ATC karena alasan cuaca yang sedang tidak bagus pada saat itu. Dan lalu ATC menginstruksikan pada sang pilot untuk menambah ketinggian ke 11.000 karena pada saat itu ada pesawat lainnya yang memiliki ketinggian yang sama.

14. 39 – Pesawat  berada di ketinggian 10.600 pada saat itu, dan ATC kembali menginstruksikan kepada pilot untuk menambah ketinggian di angka 13.000, tetapi tiba tiba pesawat menukik ke arah kiri atau barat laut.

14. 40 – ATC kembali untuk mendapatkan informasi dari pesawat SJ 182, namun pada saat tersebut ATC tidak mendapatkan respon apa pun dan pesawat SJ 182 hilang dari radar.

Hingga kini masih tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sebelum pesawat SJ 182 terjatuh kepulauan seribu hingga hancur berkeping keping, Namun banyak yang berpendapat bahwa pesawat meledak setelah hilang kontak di udara.

Tetapi hal itu belum terbukti karena ditemukan bangkai pesawat di kepulauan tersebut pada kedalaman 16 sampai dengan 23 meter dan didapatkan puing puing dari depan sampai belakang, hal inilah yang dapat membuktikan bahwa pesawat tidak meledak di udara.

Dan juga ditemukan data (Automatic Dependent Surveillance–Broadcast) yang merekam kondisi tertentu dari ketinggian di atas 250 kaki dari permukaan laut. Hal ini juga dapat dibuktikan bahwa pesawat masih sepenuhnya berfungsi dan dapat mengirim data.

Hingga kini masih banyak yang penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat tersebut hingga jatuh ke kepulauan seribu. Sehingga banyak yang memberikan spekulasi yang belum terbukti benar atau tidaknya.

Spekulasi tersebut timbul dari para masyarakat atau insan penerbangan yang terkait mengenai penyebab jatuhnya pesawat SJ 182. Namun PPPI menghimbau kepada semua masyarakat untuk tidak membuat spekulasi yang tidak terbukti untuk tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Sampai saat ini sudah banyak kecelakaan pesawat yang terjadi di negara Indonesia ini, selain dari pesawat SJ 182, berikut daftar kecelakaan pesawat hingga 8 tahun lalu:

  1. Sriwijaya Air 182 (9 Januari 2021)
  2. Lion Air JT 610 (29 Oktober 2018)
  3. Hercules C-130 (30 Juni 2015)
  4. Air Asia 8501 (28 Desember 2014)
  5. Lion Air JT 904 (13 April 2013)
  6. Merpati Nusantara Airlines 6517 (10 Juni 2013)

Itulah beberapa informasi mengenai kecelakaan pesawat SJ  182 dan daftar kecelakaan pesawat 8 tahun belakangan ini sampai saat ini, hingga kini tidak ada tambahan informasi mengenai jatuhnya pesawat SJ 182.

Leave a Reply